SONG FICTION - Bintang di Surga




Lelah tetap kumencari

Hati untukku membagi

Menemani langkahku

Namun tak berarti

Berulang-ulang Derry memutar lagu ‘Bintang di Surga’ milik Peterpan di kamarnya. Dengan angannya melayang jauh menghayati setiap lirik dari lagu tersebut. Meski sulit untuk dipahami, tetapi Derry bisa merasakan emosi yang terdapat pada lagu yang tengah diputarnya. Pemuda itu juga merasa lagu itu seakan menggambarkan perasaannya saat ini.

Meski Derry memiliki angan yang tinggi, dan memiliki ekspektasi berlebih terhadap gadis yang dicintainya. Namun, sampai saat ini, harapannya itu selalu membuatnya jatuh pada luka yang sama—sudah untuk kesekian kali. Pada usianya kini yang sudah 21 tahun, Derry tentu bertanya-tanya pada sang pencipta. Kapan dia akan menemukan hati untuk membagi?

“Kalem aja lagi, kita masih muda ini.”

Begitu perkataan teman-temannya sejak dari dulu, tetapi tanpa mereka sadari, waktu berjalan begitu cepat. Menuntun mereka pada masa di mana hati menginginkan sosok untuk saling berbagi. Namun, meski sudah berulang kali Derry menetapkan hati pada seorang gadis, tetapi belum ada satu pun dari mereka yang bisa pemuda itu dapatkan.

Semenjak lulus SMA. Ternyata kehidupan setelah sekolah benar-benar berbeda, banyak hal yang Derry temui dan tak sesuai dengan keinginannya. Dulu, Derry menyukai teman sekelasnya yang sudah bersama selama dua belas tahun, tetapi cowok itu hanya bisa memendam perasaannya. Tanpa berani menunjukkannya pada gadis yang dia cinta.

Sampai ketika pada usianya yang menginjak umur 19 tahun. Derry harus menerima kenyataan bahwa gadis itu telah menjadi milik orang lain dan memulai kehidupan baru. Derry pun bertanya-tanya, secepat itukah perempuan menikah? Di usianya yang masih terbilang masih sangat muda. Namun, Derry berusaha untuk mengikhlaskan, dan tetap menyimpan perasaan yang selama ini dia pendam di relung hatinya yang paling dalam.

“Makasih, Der, udah dateng.” Gadis itu tersenyum cerah sekali di hari pernikahannya.

Derry hanya membalas senyuman gadis itu dengan sedikit berbasa-basi. Kemudian dia malah bingung sendiri, apa yang sebenarnya harus dia katakan? Belum lagi, melihat pasangan dari gadis yang dicintainya, membuat Derry sedikit enggan untuk berlama-lama di tempat itu.

Kini, percakapannya dulu dengan cinta lamanya yang kandas selalu terngiang dalam pikirannya. Mengapa Derry yang sudah lama memendam perasaan kepada gadis itu kalah dengan pria yang hanya sebentar mengenalnya? Kadang Derry merasa kehidupan ini begitu lucu akan hal yang telah dilaluinya.

Terlebih, ada sedikit kekecewaan Derry kepada hidup ini yang membuatnya harus merasakan hal pahit dalam kisah asmara. Kenapa, kenapa, dan kenapa kata yang selalu menghiasi otaknya. Apa Sang Pencipta masih ingin membuat Derry terus sendiri untuk waktu yang tidak ditentukan? Padahal, Derry sudah sangat menginginkan hati untuk saling berbagi. Namun, kenapa Tuhan tak juga mengabulkan keinginannya?

Oh bintang di surga

Berikan cerita

Dan kasih yang setia

Dan cahaya nyata ....

Alunan lagu milik Peterpan itu masih terdengar di kamar Derry dengan emosi yang semakin terasa. Derry memejamkan matanya demi sesuatu yang tiba-tiba merasuk ke dalam hatinya. Sesaat kemudian cowok itu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju balkon, sembari melihat angkasa malam yang indah.

Derry memandang jauh ke dalam langit, menerobos jutaan bintang kecil yang berterbaran mengeluarkan keindahan cahayanya. Apakah bintang di surga ada pada salah satu bintang itu? Jika ada, haruskah Derry mengeluarkan semua kekecewaannya padanya? Meskipun dia tahu, Tuhan tak mungkin membuatnya merasa seperti ini. Hanya saja, sebagai manusia yang lemah, Derry sangat merasa kecewa kepada Sang Pencipta yang tak memenuhi keinginannya.

***

Hari terus berganti. Derry masih senantiasa menjalani rutinitasnya sebagai freelance designer. Sebuah pekerjaan yang sangat disenanginya, karena hanya tinggal menunggu klien yang ingin menggunakan jasanya. Atau meng-upload beberapa karyanya ke banyak situs web. Selain itu, Derry juga memiliki banyak waktu luang untuk melakukan aktivitasnya yang lain.

“Der, lo udah tahu belum?” tanya Gino, teman dekatnya Derry. “Sherlin bakal nikah.”

Derry menghentikan kegiatannya sejenak demi mendengar perkataan Gino barusan. Pen tab yang tengah digenggamnya terlepas seketika, pemuda itu menatap kosong layar monitor di hadapannya.

“Serius? Jangan boong lo!”

“Ya serius.” Gino mengangguk mantap serta menatap Derry tajam. “Ini gue bawa undangannya,” sambung Gino lagi seraya menyerahkan kartu undangan yang dibawanya kepada Derry.

Derry menelan ludah, dilihatnya undangan itu tanpa berkedip. Terpampang nama Sherlin dengan jelas di sana, beserta nama pasangannya. Sherlin adalah teman SMA Derry dulu yang sangat dekat dengannya, bahkan mereka sudah hampir pacaran. Hanya saja waktu itu Derry masih terjebak pada cinta pertamanya.

Derry memandang undangan itu tak percaya, rasanya baru kemarin dia saling bercanda bersama Sherlin. Setiap hari mereka selalu bersama di kelas, saling bercerita satu sama lain. Namun, kini Sherlin akan menikah? Derry benar-benar merasa tak percaya waktu berlalu secepat ini.

“Udah jangan serius gitu wajahnya,” kata Gino yang memang sudah tahu kedekatan Derry dan Sherlin. “Salah lo sendiri dulu nyia-nyiain.” Derry tak menanggapi, terus menatap kartu undangannya. “Lagian, Sherlin udah lama pacaran sama cowoknya. Jadi wajarlah.” Gino menepuk pundak Derry pelan.

“Lo bakal dateng?” Derry menoleh pada Gino.

Gino mengangguk mengiyakan. “Ntar mau bareng?”

“Boleh,” sahut Derry seraya mengembuskan napas perlahan mencoba menerima kenyataan.

“Namanya juga cewek, Der. Mereka udah waktunya di usia segini udah pada nikah, beda sama kita.”

Derry hanya tersenyum seraya hatinya terus berkata-kata. Kembali, untuk kesekian kalinya dia merasa kecewa kepada Sang Pencipta. Kenapa dalam kehidupannya sampai sekarang Derry selalu kehilangan cintanya? Seolah Tuhan seperti tak ingin memberikan apa yang dia inginkan.

***

Ketika menghadiri acara pernikahan Sherlin. Derry bersama Gino duduk di pojok ruangan sembari menikmati makanannya. Ini kedua kalinya bagi Derry menghadiri pernikahan perempuan yang dia cintai.

“Gini amat, ya, No, jadi gue?” Derry membuka percakapan sambil tatapan matanya memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang.

“Udah terima aja, lo mau nembak Sherlin sekarang juga percuma!”

Derry tersenyum miris. Cowok itu lalu menatap Sherlin di pelaminan yang tengah tersenyum cerah. Cerah sekali. Rasanya sinar mentari akan meredup bila dia melihat senyuman Sherlin. Derry menarik napas sejenak, lalu mengembuskannya secara perlahan mencoba menguatkan perasaannya.

Entah kebetulan atau tidak, band yang hadir pada acara itu tiba-tiba membawakan lagu ‘Bintang di Surga’ milik Peterpan. Derry yang memang sangat menyukai lagu ini--juga merasa lagu ini sangat cocok untuk menggambarkan perasaannya. Jantungnya sontak berdegup kencang seketika.

Apa Sherlin yang minta membawakan lagu ini? Derry membatin.

Dulu, Derry memang selalu bilang pada Sherlin kalau dia sangat menyukai lagu-lagu dari Peterpan. Terlebih lagu di album Bintang di Surga. Menurutnya, tidak ada yang gagal pada lagu yang terdapat pada album tersebut. Namun, masa iya Sherlin yang meminta untuk menyanyikan lagu Peterpan? Setahu Derry, Sherlin tidak suka Peterpan, dia lebih suka lagu-lagu Barat. Atau gadis itu sengaja?

Dan bila semua tercipta

Hanya untukku merasakan

Cinta yang tersisa

Hampa hidup terasa

Suara penyanyi itu terdengar nyaring memenuhi gendang telinga Derry. Cowok itu hanya diam menghayati lagu yang dibawakan band itu, seraya sesekali tatapan matanya melihat Sherlin. Derry tertawa seketika saat teringat dulu dia sering menyanyikan lagu ini kala bersama Sherlin. Meski gadis itu membentaknya kalau sudah bosan mendengar Derry bernyanyi. Namun, cowok itu terus melantunkan lagunya menggoda Sherlin.

Derry bangkit dari duduknya. Dia merasa sudah tak sanggup berada di sana ketika satu per satu kenangan bersama Sherlin dulu terngiang kembali dalam kepalanya. Cowok itu lebih memilih pergi dan menuangkan kekecewaannya lewat sebuah tulisan atau foto. Derry memandang kembali Sherlin yang tengah berbahagia duduk di pelaminan bersama pasangannya, cowok itu hanya bisa ikut tersenyum seraya mendoakan gadis teman sekelasnya dulu.

“Selamat menempuh hidup baru, Lin.”

***

“Der, kok lo demen banget nyetel lagu ini?” tanya Gino heran sambil memainkan laptop Derry.

Malam itu, Gino nginap di rumah Derry. Kebetulan tengah malam nanti ada pertandingan bola, jadi Gino sengaja nginap buat nonton bareng Derry. Sekarang masih pukul delapan malam, mereka berdua pun asyik duduk di balkon merasakan sejuknya angin malam serta melihat keindahan taman langit.

“Ya nggak tahu. Gue suka aja,” sahut Derry seraya memasukkan pisang goreng ke mulut.

“Apa ada arti tersendiri dalam lagu ini? Atau ada makna tersembunyi? Atau lo punya cerita sama lagu ini?” cecar Gino penasaran karena Derry selalu memutar lagu ini sejak dari masa sekolah dulu. “Masa nggak bosen-bosen sampe sekarang.”

Derry terdiam sejenak, lalu menatap Gino. “Gue nggak tahu pasti ini lagu artinya apa, tapi yang gue tahu. Lagu ini menyimpan emosi yang bisa gue rasain saat ngedengernya,” urai Derry mulai menjelaskan alasan kenapa dia bisa menyukai lagu itu. “Jujur aja, gue sama sekali nggak paham sama lagu ini. Tapi yang pasti, gue bisa ngerasain emosinya sama kesedihan di balik lagu ini.”

“Kalo menurut lo sendiri gimana? Tentang lirik lagunya.” Gino masih berkata-kata perihal lagu Bintang di Surga ini.

“Kalo menurut kesimpulan gue. Lirik dalam lagu ini nyeritain tentang kisah seseorang yang mencari pasangan hidup, tapi nggak ketemu-ketemu. Meski udah berulang kali nyari, tapi tetep nggak ketemu ... mirip gue kan?” Derry ketawa di sela perkataannya. “Gue juga bingung artinya gimana, cuman, ya, gitu,” sambungnya lagi dengan memasang wajah serius. “Dan lagi, di lagu ini gue bisa ngerasain rasa kekecewaan terhadap Sang Pencipta. Gue nggak tahu letaknya di mana, tapi gue ngerasa kayak gitu.” Derry mendongakkan kepalanya menatap langit.

“Kekecewaan kepada Sang Pencipta?” Gino merenungi perkataan Derry barusan. “Maksud lo Bintang di Surga itu?”

“Ya gue ngerasanya gitu. Coba denger bagian reff-nya.” Derry memutar lagu itu pada bagian reff, Gino berusaha mencerna arti liriknya. “Kalo bagian reff ini disambungin sama bagian awal, gue nangkepnya gitu.”

Derry kembali teringat dengan apa yang dirasakannya. Selama ini Tuhan selalu tak mengabulkan apa yang dia inginkan. Tentang cinta pertamanya dulu, maupun Sherlin. Derry gagal pada keduanya, juga banyak cintanya pada gadis lain yang kandas karena gadis itu telah memiliki seorang kekasih. Oleh karena itu, lagu Bintang di Surga ini sangat jelas menggambarkan perasaan Derry.

“Tapi mungkin ada pesan tersembunyi di balik lagu ini, Der.” Derry spontan menoleh pada Gino. “Dan menurut gue, sangat berdampak pada kehidupan elo,” jelas Gino lagi.

“Maksud lo?” Derry penasaran.

Gino menghela napas sejenak. “Gue paham, kalo dari penuturan lo yang kekecewaan terhadap Sang Pencipta. Tapi sebelumnya, gue tanya dulu. Kecewa karena apa?”

“Kecewa karena Tuhan nggak mengabulkan apa yang gue inginkan.”

Gino tersenyum penuh arti ketika mendengar jawaban Derry. Sebenarnya, cowok itu telah mencerna lagu itu sejak seminggu kemarin. Dia berusaha memahami apa maksud lagu ini secara pribadi, karena setiap orang pasti memiliki tanggapan lain terhadap arti lagu yang didengarnya. Gino pun menemukan pesan dari lagu ini, setidaknya untuk dirinya sendiri.

“Gue setuju!” tanggap Gino tiba-tiba. “Iya, lagu ini emang nyeritain seseorang yang kecewa karena Sang Pencipta tak mengabulkan keinginannya.” Gino melihat angkasa malam yang cerah. “Karena, Tuhan selalu memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.”

Derry mendengarkan perkataan Gino baik-baik, mencoba menemukan arti lain dari lagu favoritnya.

“Lo inget nggak waktu lo deket sama cewek desa sebelah?” Gino bertanya sembari menatap Derry tajam. “Waktu itu setiap saat lo selalu ngeladenin dia, baik di kehidupan nyata atau di chat. Sampe kerjaan lo terbengkalai, dan lo lebih mentingin dia,” beber Gino mulai menjelaskan. “Apa itu yang lo inginkan? Bukannya lo bilang kalo lo buat desain sama nulis cerita tuh untuk masa depan? Tapi ketika lo deket sama cewek, lo kayak ngilangin keinginan lo itu.”

Degg!

Jantung Derry berdegup kencang seketika, baru kali ini dia menyadari suatu hal seperti itu. Selama ini dia melewatkan bagian penting pada lagu yang sering didengarnya. Derry hanya mencari makna yang terdapat pada lagu itu, meski sulit untuk dipahami, tetapi cowok itu tetap mencari artinya. Sampai Derry lupa tidak menyadari pesan yang sebenarnya ingin disampaikan si pembuat lagu.

“Nih, liat.” Gino menyodorkan ponselnya pada Derry.

Gino memperlihatkan video penjelasan Ariel, vocalis Peterpan tentang makna lagu Bintang di Surga. Derry mencerna setiap perkataannya dengan seksama. Ternyata selama ini yang dia tangkap dari lagu itu memang benar, hanya saja dia luput pada pesan yang ingin disampaikan pada lagu itu.

Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Kira-kira begitu pesan yang Derry dapat dari lagu itu. Memang selama ini dia sangat menginginkan hati untuk saling berbagi, tetapi dia juga menyadari kalau itu juga bukan yang dia butuhkan untuk saat ini. Derry tahu, dia harus berjuang terlebih dahulu untuk bisa membahagiakan perempuan yang akan jadi teman hidupnya kelak.

Sekarang, Derry menyadari dirinya masih belum siap untuk itu. Dia belum menjadi siapa-siapa. Derry menatap jauh ke dalam langit, berharap tatapannya itu sampai pada bintang di surga.

Bintang di Surga memang lagu yang sangat sulit dipahami, tetapi Derry bisa merasakan emosi yang terdapat pada lagu itu. Setiap dia menyanyikan atau mendengar lagu itu, pasti rasanya ingin marah dan mengeluarkan semua kekecewaan yang tersimpan di dalam hati.

“Santai aja, Der, Tuhan nggak ngabulin keinginan lo sekarang mungkin lo belum bener-bener membutuhkan itu.” Gino berusaha menasehati Derry. “Suatu saat nanti, ketika udah waktunya. Tuhan pasti memberikan apa yang lo butuh itu.”

Derry mengangguk seraya tersenyum kepada Gino, dia merasa beruntung memiliki sahabat yang perhatian sepertinya. Derry memakai earphone-nya, kembali menghayati lagu Bintang di Surga yang tengah diputarnya. Mungkin, memiliki rasa kecewa kepada Sang Pencipta memang wajar. Karena sebagai manusia, kita cukup lemah dan begitu kesal karena keinginan kita tidak terwujud. Namun, seperti pesan dari lagu ini. Tuhan akan selalu memberikan apa yang kita benar-benar butuhkan.

“Bintang di Surgaaaaa.” Sambil memakai earphone, Derry melantunkan lagu yang selama ini begitu dia sukai.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "SONG FICTION - Bintang di Surga"

Post a Comment