Kumpulan Cerita Mini - 2




1.SEKELEBAT RINDU

“Aku rindu ...,” ucapmu lirih.

Mama menatapmu pilu, sekeras apa pun dia mencoba membujuk agar mulai membuka lembaran baru, tapi kau akan tetap berdiam diri. Menyesali semua yang telah terjadi--hingga sekali lagi--tak ada cara untuk bisa menghapus ingatanmu yang terus membelenggu.

“Aku rela melakukan apa pun agar dia kembali.”

Kau tetap keras kepala mengharap sesuatu yang tak mungkin terjadi, sampai membut Mama hilang kesabarannya.

“Cukup! Mama nggak mau dengar kamu ngomong gitu lagi!”

Mama langsung masuk sambil menutup pintu dengan keras, sampai suaranya begitu mengagetkan jiwamu yang tengah dilanda perasaan gelisah.

Kemarahan Mama memang cukup beralasan. Melihat pria seperti dirimu yang hanya bisa menangisi masa lalu dan menyesali apa yang telah terjadi, tentu membuatnya kesal atas sikap yang kau tunjukkan.

Kau mengusap kepala perlahan, lalu menyulut sebatang rokok yang menurutmu bisa sedikit menenangkan perasaan. Kau mengepulkan asap rokok tebal diiringi dengan desahan napas berat.

“Ras, aku rindu ....” Kembali kau mengucapkan kalimat itu seraya menatap kosong langit senja yang mulai berubah warna.

***

Saat malam tiba, kau selalu berada di tepi sungai, tempat kau biasa mengobati rasa rindu kepada dirinya. Walau kau sering melihat sosok aneh yang berada di luar nalar, tapi kau tak peduli. Bagaimana pun, kau memang sudah tak memiliki akal sehat.

Dalam kegelapan malam yang hanya disinari cahaya rembulan, serta suasana mencekam yang menyelimuti tempat itu. Namun, kerinduanmu yang begitu dalam, mengalahkan semua perasaan takutmu yang mulai terasa.

“Ras, aku rindu ....”

Hanya kalimat itu yang sering terucap dari mulutmu, tanpa kau sadari bahwa sosok yang kau rindukan itu tengah memperhatikanmu. Walau dalam wujud yang mungkin tak ingin kau lihat. Karena sudah tak lagi sama seperti saat kau mengenalnya dulu.

Suara lolongan anjing yang begitu keras, semilir angin malam yang menggerak-gerakan pepohonan di sekitar sungai. Merupakan pertanda sosok itu berada di sampingmu dengan memancarkan aura kehadiran yang membuat bulu romamu berdiri. Namun, tetap saja kau menganggap sugesti belaka. Karena kau sangat yakin, tidak ada hal semacam itu di dunia ini.

Splash!

Percikan air yang mengantarkan udara dingin menerpa lehermu hingga membuatmu bergidik ngeri. Dirasa karena ada sesuatu yang lain yang kau rasakan.

Semerbak kemenyan tiba-tiba mengganggu indra penciumanmu, membuat keyakinanmu runtuh. Malam semakin larut, bau kemenyan itu semakin menyengat dibarengi dengan lolongan anjing yang kian keras terdengar.

Rindu....

Rindu....

Jantungmu berpacu cepat kala mendengar bisikan-bisikan misterius, sontak kau pertajam semua indramu, tapi tetap tak bisa menemukan asal suara itu.

“Kenapa kau merindukanku?”

Kau begitu tercekat ketika mendengar suara seorang wanita di belakangmu, suara yang sudah melekat pada telingamu.

Namun, saat kau melihat sosoknya, semua akal sehat seakan sirna. Ketika kau melihat sosok makhluk dengan wajah berlumuran darah, dan berjuta keanehan lainnya yang tak bisa dijelaskan secara logika.

Lututmu mendadak lemas, hingga membuat kau terduduk lemah di tanah dengan merasakan kengerian yang luar biasa. Makhluk itu menyeringai, memperlihatkan taringnya yang membuat ngeri.

Entah bagaimana caranya, tiba-tiba sosok itu berada di sampingmu, hingga membuat kau semakin ngeri.

“Aku selalu ada di sisimu setiap saat ... tapi, jika kau masih merindukanku, haruskah aku membawamu ikut ke tempat seharusnya aku berada?”





 ***


2. TENTANG KITA

Waktu terasa

Semakin berlalu

Tinggalkan cerita

Tentang kita

Selepas isya, aku dan Dicky asyik duduk di depan kost-an sembari mendengarkan lagu dari masa lalu yang begitu menyayat hati. Ditemani dengan segelas kopi panas, kami bercerita tentang masa yang telah kami lalui, seraya melihat taman langit yang penuh gemerlap bintang.

“Al, lagu ini makin ke sini kok makin sedih, ya?”

Lagu “Semua Tentang Kita” dari Peterpan memang menyimpan segala cerita yang pernah terjadi di masa lalu. Seakan lagu itu bisa menghipnotis angan untuk terbang ke masa lampau, tempat di mana aku dan dia masih bersama. Berada dalam satu ruangan menatap coretan papan tulis yang tak enak dipandang. Menghayati momen terindah yang kini berlalu.

Aku dan Dicky memang sering bercerita tentang masa lalu, membagi semua kisah yang telah kami lalui. Apalagi kami tengah “Praktek Kerja Lapangan” di Cimahi, tentu semakin indah menikmati malam sembari bercerita tentang masa lalu.

“Waktu emang nggak kerasa, ya, Ky? Tahu-tahu bentar lagi kita lulus.” Aku menyeruput kopi secara perlahan. “Apa nanti juga bakal nggak kerasa juga?”

“Pasti, Al. Liat aja sekarang, dari kecil sampe sekarang nggak nyangka kan waktu berjalan begitu cepat?”

Aku tersenyum tipis mendengar perkataannya, seolah ada sesuatu lain yang membuat sesak di dada. Menyadari semua tak lagi sama--semua kisah itu telah menjadi cerita--hanya kenangan yang mampu membuat semua itu terasa hidup kembali.

Sama seperti cerita masa laluku yang telah usai. Suatu saat, aku dan Dicky akan kembali menceritakan perjalanan hidup kami. Tentang lika-liku kehidupan seusai lulus sekolah nanti, dan mungkin kisah di kost-an selama tiga bulan ini juga akan kami ceritakan nanti.

Kini, saat usia kami tepat 20 tahun. Aku dan Dicky tengah berjuang meraih mimpi masing-masing. Walau jalan yang kami lalui berbeda, tapi suatu hari nanti kami pasti akan bertemu kembali dan menceritakan semua tentang kita ....



***

3. ADA CERITA

Ada cerita tentang masa yang indah

Saat kita berduka

Saat kita tertawa

Belakangan ini lagu dari masa lalu itu kerap terngiang di kepalaku. Alunan indah dari melodi dalam nadanya sukses membuatku menghayati suasana.

Entah kenapa, sekelumit bayangan akan sahabat yang telah bersama selama tiga tahun sering menghampiri, dan berdampak sesak yang begitu membuncah di dada. Terbayang bila tidak akan bersama lagi, meninggalkan masa putih abu yang indah.

Coretan di papan tulis yang malas dipandang. Guru killer yang resenya minta ampun. Menaruh rasa pada lawan jenis. Semua itu telah menjadi serpihan kenangan yang hanya bisa dinikmati dalam ingatan. Namun, semua cerita itu akan tetap menjadi salah satu hal terindah.

“Nanti ketemu lagi, ya ....”

Satu kalimat yang perlu diuji kebenarannya. Memang itu hanya perkataan kecil dari seorang sahabat, tetapi begitu menimbulkan efek yang luar biasa. Sebuah harapan akan bisa bersama kembali, mengulang semua cerita manis di masa lalu.

Sebagai seorang pelajar, tentu pernah merasa jenuh akan pelajaran. Namun, anehnya setelah lulus malah merindukan semua hal di sekolah. Yah, lembaran baru akan terus terbuka memaksa menjalani kehidupan yang sebenarnya.

Namun, jika aku bisa berharap seperti teman yang lain. Aku ingin berkata.

“Pasti, kita akan bersama kembali ....”

Dan kini, aku hanya bisa mengenang semua itu. Diiringi sebuah lagu yang bisa menghidupkan suasana.

Ceritakan, semua tentang kita ....

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kumpulan Cerita Mini - 2"

Post a Comment